Kedung Banteng's Society

Taukah kalian, Tim kebanggaan Demak adalah PSD (Persatuan Sepakbola Demak). Walau PSD (Persatuan Sepakbola Demak) sudah tenggelam tapi Demak masih punya suporter fanatik yaitu “BODEMANIA”, yang sekarang ini terbagi menjadi tiga wilayah, yaitu Panser D’Pantura (Demak PAsukaN saTU aRAh) yang siap mendukung PSIS Semarang, Banaspati BRANDAL (Barisan Anak Demak Lor) yang siap mendukung PERSIJAP Jepara, dan SMM BODEM (Bocah Demak) yang siap mendukung PERSIKU Kudus.
BODEMANIA adalah suporter Non-Blok.
“Musuhmu BUKAN Berarti Musuhku…
“Kami lahir dari Hati Kami…
Kami ada karena kemauan Kami, maka tidak akan ada yang bisa mematikan Kami”.
Demikian adalah selogan dari BODEMANIA.
BODEMANIA tidak punya musuh,
Aremania, Bonek Mania, LA Mania, Persik Mania, Ngalamania, Blitar Mania, Sakera Mania, Ultras Mania, Persid Mania, Boro Mania, Jinggo Mania, Ronggo Mania, Laros Mania, Kacong Mania, Super Mania, Saminista, Barong Mania, Ganster, Pativosi, SMM, Basoka, Jetman, Banaspati, Snex, Panser Biru, Roban Mania, Laskar Petir, Spink, Simo Lodro, Ultras 1919, Pasoepati, Kalong Mania, Paserbumi, Slemania, Brajamusti, Senopati, Laskar Nuskambangan, Viking, Bomber, Patman, Soebex, Kabomania, Depokmania, NJ Mania, The Jak Mania, Laskar Benteng Viola, Viola extrim, Betman, Volcano mania, skull, lan, smeck, kampak, simanis, singamania, sriwijaya mania sumsel, the kmer, spartaks, askyar the king, barito mania, pusamania, mitman, balistik, persmania, macsman, superman, persiwamania, persipura mania, Dsb adalah saudara.
Dibawah ini adalah desain kaos resmi dari BODEMANIA, bagi kalian yang tertarik silahkan hubungi kami.

https://i1.wp.com/danamonaward.org/images/finalis/pic-41317343358.jpg

KARMONO tak menyangka, jika keisengannya 25 tahun lalu, berbuah berkah bagi sebagian warga Kabupaten Demak. Kala itu, ketika masyarakat di Desa Betoan tempatnya tinggal menjadikan belimbing sebagai tanaman buah andalan, pria yang kini berusia 64 tahun ini, membeli empat bibit jambu air tetangga desa, Desa Krapyak. Keempat bibit tersebut di tanam di sela-sela kebun belimbingnya. Ramsiyah, istrinya sempat melarang, takut mengganggu tanaman belimbingnya. “Biarkan saja, nanti kalau buahnya jelek, jambu ini kita tebang,” kata Karmono saat itu.

Tiga tahun kemudian, empat pohon itu menghasilkan buah yang luar biasa: merah, tebal, manis dan banyak. Saat itu panen empat pohon jambunya menghasilkan Rp 670 ribu. “Bisa untuk membayar kuliah dua anak saya,” kenangnya. Padahal, panen belimbing satu kebunnya hanya menghasilkan Rp 200 ribu. Saat itulah, dia mulai mencangkok pohon jambunya, baik untuk ditanam sendiri, maupun bagi warga yang lain. Alhasil, sejak tahun 1990, jambu merah yang belakangan populer sebagai jambu Merah Delima tersebut, perlahan mulai menggeser popularitas belimbing yang saat itu memang sudah menjadi buah andalan Demak.

Sejatinya, jambu Merah Delima bukan varietas hasil rekayasa pertanian Karmono. Dia hanya menanam sejak mendapatkannya dari Desa Krapyak. “Namun dengan perawatan yang teliti, buah ini bisa menjadi komoditi yang luar biasa,” kata pensiunan guru Sekolah Dasar ini.

Dia berkisah, sebagian besar Desa Krapyak adalah pegawai dan pedagang. Tidak ada yang membudidayakan jambu merah ataupun belimbing. Warga di sana juga kaget jika jambu Merah Delima yang kini menjadi ikon pertanian Demak, ternyata berasal dari desa tersebut.

Ketika jambu yang dia budidayakan makin populer, dia memberi nama Merah Delima. Merah, karena warna jambunya yang memang merah, sedangkan Delima singkatan dari kandel (tebal) dan lima. Daging buah jambu ini memang tebal, dibanding jambu air lainnya. Delima juga sering diartikan Kandel Iling Marang Allah  (Rasa ingat yang tebal kepada Allah). Dengan harapan, warga Demak makin tinggi ketakwaannya kepada Tuhan. Merah Delima makin terkenal karena Karmono sering mengikuti lomba dan pameran pertanian di beberapa daerah. Karmono juga mendirikan kelompok tani Merah Delima di desanya.

Kini, hampir semua halaman rumah di perkampungan Kota Wali itu, terdapat pohon Merah Delima sebagai tanaman dan penghasilan sambilan. Tanaman itu menggantikan belimbing. Merah Delima mampu meningkatkan penghasilan ribuan petani.  Tak sedikit petani yang mengganti kebun belimbingnya dengan Merah Delima. Hal ini tak lepas dari nilai ekonomi Merah Delima yang lebih menjanjikan dibanding belimbing. Saat ini selisih harga per kilonya antara belimbing dengan Merah Delima sekitar Rp 5 ribu. Padahal, perawatan belimbing lebih susah.

Sebetulnya, ada petani di Demak yang menemukan varieatas jambu air baru, yakni jambu Citra dengan rasa yang lebih manis dan daging yang tebal. Harganya per kilonya lebih mahal sekitar Rp 5 ribu. Hanya saja, jambu Citra rentan rontok, sehingga petani enggan membudidayakannya.

Kunci keberhasilan penanaman Merah Delima adalah penggunaan pupuk kandang dan sering disiram air. Selain mempersubur tanaman, mampu mengusir hama cabak (kutu berwarna putih). Hama ini merusak buah dan membuat daun mengerut. Cabak tidak bisa dimusnahkan dengan pestisida, namun bisa diusir dengan air. Pemberian pestisida yang berlebihan juga mengurangi kualitas rasa.

Kendala yang dialami budidaya Merah Delima adalah akses pengairan. Maklum, Demak adalah daerah yang rentan kekeringan. Solusinya, petani menggunakan mesin pompa air untuk mengalirkan air dari sungai. Mesin pompa air didapatkan dari bantuan pemerintah setempat atau swadaya. Kendala lain, jika terjadi panen raya, harga jambu turun. Untuk mencegahnya, Karmono mendesak kepada Pemerintah Demak membuka akses pasar ke luar daerah.

Meski Merah Delima menjanjikan nilai ekonomi yang lebih tinggi, namun Karmono selalu mengkampanyekan kepada petani untuk tidak meninggalkan tanaman belimbing Demak yang diyakini memiliki akar legenda dengan Sunan Kalijaga. Di kebun miliknya, Karmono mengembangkan cangkok pohon belimbing, agar masyarakat mudah menanam belimbing. Salah satu keberhasilannya adalah merubah tanaman keras seperti jambu dan belimbing, menjadi tanaman hias, yang mampu menghasilkan buah dengan rasa dan ukuran yang sama dengan hasil kebun.

Kini, Merah Delima menjadi tanaman yang mudah dijumpai di halaman rumah-rumah warga. Demikian pula belimbing, meski tak sebanyak Merah Delima. Belimbing Demak juga masih eksis, meski popularitasnya tergerogoti belimbing dari Blitar. Hal ini disebabkan produksi belimbing dari Blitar jauh lebih banyak, meski rasanya tetap tak bisa mengalahkan belimbing Demak.

sumber: http://danamonaward.org/index/finalis/1/finalis%20ke-1.html

Malam itu tanggal 16 oktober 2011 terjadi kecelakaan di  Jalan Raya Kudus – Demak KM7. Kejadian ini kira-kira sekitar jam 21.30, yaitu sebuah truk bernomer polisi S  9636 UE yang bermuatan Mangga terguling didepan konter dan warung bakso. Dimana dalam kejadian ini truk yang terguling sempat menimpa seorang yang habis membeli pulsa di konter itu, yang mengakibatkan kakinya terplindas (ada yang bilang retak dan ada yang bilang patah, saya kurang tahu). Dan dalam kejadian itu  sebuah sepeda motor mio yang sedang diparkir didepan warung bakso juga ikut tertimpa muatan truk yang terguling.

Demikian adalah foto-foto yang sempat kami abadikan.

 

 

Pabrik rokok Polo Mild adalah merupakan pabrik rokok pertama di Kabupaten Demak. Lokasi dari pabrik rokok ini adalah di dukuh Kedungbanteng, desa Wonorejo, kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak. Adapun lokasi dari pabrik rokok ini sangatlah setrategis, yaitu di jalan Pantura Kudus-Demak KM7. Sebelum berdiri pabrik ini dulunya lokasi ini adalah bekas Selep, yaitu tempat penggilingan padi yang dulunya dikelola oleh mbah H. Sareh. Karena mengalami kebangkrutan maka Selepnya dijual dan akhirnya dibeli oleh PT Muria Sigaret Industri.

Berdirinya pabrik rokok Polo Mild disini merupakan kebanggaan tersendiri bagi warga Kedungbanteng dan merupakan kebanggaan dari warga Demak pada umumnya karena dari berdirinya pabrik ini bisa sedikit membuka lapangan pekerjaan baru. Pabrik rokok Polo Mild ini didirikan di Kabupaten Demak pada akhir tahun 2010. Walaupun berada di Kabupaten Demak tetapi perusahaan ini dikelola oleh sebuah PT yang berkantor di Kabupaten Kudus, yaitu PT Muria Sigaret Industri.

Adapun sedikit mengenai perusahaan ini adalah:

Company Prefix : 1907
GLN : 8991907017005
Name of Company : MURIA SIGARET INDUSTRI PT.
Address : Jl. Jend. Ahmad Yani 34
City : Kudus
Province : Jawa Tengah
Postal Code : 53917
Phone : (0291) 431692
Fax : (0291) 431718

PT MURIA SIGARET INDUSTRI sebenarnya adalah bagian dari perusahaan rokok Djarum. PT Djarum adalah sebuah perusahaan rokok di Indonesia yang bermarkas di Kudus, Jawa Tengah. Djarum merupakan salah satu dari tiga perusahaan rokok terbesar di Indonesia (dua lainnya adalah Gudang Garam dan HM Sampoerna).
Sejarah Djarum berawal saat Oei Wie Gwan membeli usaha kecil dalam bidang kretek bernama Djarum Gramophon pada tahun 1951 dan mengubah namanya menjadi Djarum. Oei mulai memasarkan kretek dengan merek “Djarum” yang ternyata sukses di pasaran. Setelah kebakaran hampir memusnahkan perusahaan pada tahun 1963 (Oei meninggal tak lama kemudian), Djarum kembali bangkit dan memodernisasikan peralatan di pabriknya. Pada tahun 1972 Djarum mulai mengeskpor produk rokoknya ke luar negeri. Tiga tahun kemudian Djarum memasarkan Djarum Filter, merek pertamanya yang diproduksi menggunakan mesin, diikuti merek Djarum Super yang diperkenalkan pada tahun 1981. Saat ini Djarum dipimpin Budi Hartono dan Bambang Hartono, yang dua-duanya merupakan putra Oei. Selain dunia rokok, Djarum juga dikenal aktif terlibat dalam dunia bulu tangkis. Klub bulu tangkisnya, PB Djarum, telah menghasilkan pemain-pemain kelas dunia seperti Liem Swie King dan Alan Budikusuma. Selain itu, sejak tahun 1998 perusahaan Djarum juga telah menguasai sebagian besar saham BCA.

Produk dari PT Djarum ini adalah diantaranya:

-Djarum Coklat
-Djarum Coklat Extra
-Djarum Istimewa
-Djarum 76
-Nuu Mild
-Relax Mild
-Urban Mild
Polo Mild
– Envio Mild
-Intro
-Rudal
-Djarum Super
-L.A Lights
-L.A Menthol Lights
-Djarum BLACK
-Djarum BLACK Slimz
-Djarum BLACK Menthol
-Djarum BLACK Cappucino
-Djarum BLACK Tea
-The President (dicabut dari peredaran)
-Inspiro (dicabut dari peredaran)
-Djarum Classic (dicabut dari peredaran)
-Djarum Vanilla
-Djarum Splash
-Djarum Original
-Djarum Cherry
-Djarum Menthol
-Djarum Special
-Djarum Filter (dicabut dari peredaran)
-Djarum Super Mezzo
-Filtra (dicabut dari peredaran)
-Djarum Merdeka (dicabut dari peredaran)
-Senior
-Inspiro
-Dos Hermanos
-Gold Seal
 

Meskipun pada dasarnya perusaan ini adalah milik perusahaan kudus tapi produk rokok Polo Mild ini pada bungkusnya tertera tulisan Demak – Indonesia sebagai tempat produksinya, yaitu tertera tulisan “Rokok Polo Mild, Made In Demak”.

Rokok Polo Mild ini dibandrol dengan harga antara Rp 5.000,- sampai Rp 6.000,-.

Untuk promosi rokok Polo Mild kayaknya sudah menyebar diseluruh pulau Jawa. Adapun kata-kata yang dipromosikan kadalam bungkus rokok Polo Mild adalah:

“Rasa Polo Mild yang halus dan mantab, lahir dari tembakau dan cengkeh berkualitas dan dibuat dengan teknologi modern. Polo Mild, rendah tar dan nikotin, memberikan kenikmatan tersendiri bagi Anda yang aktif berjiwa muda dan modern.”

Demikianlah sedikit mengenai pabrik rokok Polo Mild yang bisa kami sampaikan dan tentunya kami sangat bangga karena pabrik ini berada di dukuh kami, yaitu dukuh Kedungbanteng tercinta.  Sebelum kami menutup tulisan kami ini maka ijinkanlah kami untuk sedikit mengingatkan kepada seluruh orang yang sudah membaca postingan ini.

Dan akhirnya hanya kalimat ini yang bisa kami sampaikan:

MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, RERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN”.




Sejarah Keturunan Tionghoa Indonesia
(Demak, Banten,Cirebon)
Pada dasawarsa2 terakhir abad ke 15 di Jawa Tengah telah didirikan kerajaan Islam Demak yang berlangsung dari 1475/1478 hingga 1546/1568. Pendirinya adalah puteranya Cek Ko-Po dan berasal Palembang dimana ketika itu terdapat masyarakat Islam Tionghoa yang besar. Beliau terkenal dengan nama Raden Patah (AL Fatah), alias Jin Bun / Panembahan Jimbun / Arya (Cu-Cu) Sumangsang / Prabu Anom. Orang2 Portugis menyebutnya Pate Rodin Sr. Menurut orang Portugis Tome Pires, beliau seorang “persona de grande syso”, a man of great power of judgement, seorang satria (cavaleiro, a knight, a nobleman). Terkaan bahwa Jimbun nama suatu tempat dekat Demak tidak masuk akal. Penjelasan prof. Muljana nama Jin Bun berarti “orang kuat” dalam dialek Tionghoa-Yunnan. Semasa dynasti Yuan (Monggol) di propinsi Yunnan terdapat banyak penganut agama Islam.
Kalangan berkuasa Demak sebagian besar terdiri dari orang2 keturunan Tionghoa. Sebelum jaman kolonial pernikahan antara orang Tionghoa dengan orang Pribumi merupakan hal yang normal. Dr. Pigeaud dan Dr. de Graaf telah menggambarkan keadaan pada abad ke 16 sbb.: di kota2 pelabuhan pulau Jawa kalangan berkuasa terdiri dari keluarga2 campuran, kebanyakan Tionghoa peranakan Jawa dan Indo-Jawa. Sumber2 sejarah pihak Pribumi Indonesia menyebut, dalam abad ke 16 sejumlah besar orang Tionghoa hidup di kota2 pantai Utara Jawa. Disamping Demak, juga di Cirebon, Lasem, Tuban, Gresik (Tse Tsun) dan Surabaya. Banyak orang Tionghoa Islam mempunyai nama Jawa dan dengan sendirinya juga nama Arab. Pada jaman itu sebagai Muslimin mempunyai nama Arab meninggihkan gengsi.
Salah satu cucunya Raden Patah tercatat mempunyai cita2 untuk menyamai Sultan Turki. Menurut De Graaf dan Pigeaud, Sunan Prawata (Muk Ming) raja Demak terachir yang mengatakan pada Manuel Pinto, beliau berjuang sekeras2nya untuk meng-Islamkan seluruh Jawa. Bila berhasil beliau akan menjadi “segundo Turco” (seorang Sultan Turki ke II) setanding sultan Turki Suleiman I dengan kemegahannya. Nampaknya beliau telah mengunjungi Turki.
Sumber2 Pribumi menegaskan raja-raja Kerajaan Demak orang Tionghoa atau Tionghoa peranakan Jawa. Terlalu banyak untuk memuat semua nama2 tokoh sejarah yang di-identifikasi sebagai orang Tionghoa. Diantaranya Raden Kusen (Kin San, adik tiri Raden Patah), Sunan Bonang (Bong Ang, putera Sunan Ngampel alias Bong Swee Ho), Sunan Derajat juga putera Sunan Ngampel, Sunan Kalijaga (Gan Si Chang), Ja Tik Su (tidak jelas beliau Sunan Undung atau Sunan Kudus. Ada sumber mengatakan Sunan Undung ayah Sunan Kudus dan menantunya Sunan Ngampel), Endroseno, panglima terachir tentara Sunan Giri, Pangeran Hadiri alias Sunan Mantingan suami Ratu Kalinyamat, Ki Rakim, Nyai Gede Pinatih (ibu angkatnya Sunan Giri dan keturunannya Shih Chin Ching tuan besar (overlord) orang Tionghoa di Palembang), Puteri Ong Tien Nio yang menurut tradisi adalah isterinya Sunan Gunung Jati, Cekong Mas (dari keluarga Han, makamnya terletak didalam suatu langgar di Prajekan dekat Situbondo Jawa Timur dan dipandang suci), Adipati Astrawijaya, bupati yang diangkat oleh VOC Belanda tetapi memihak pemberontak ketika orang2 Tionghoa di Semarang berontak melawan Belanda pada thn. 1741 dan Raden Tumenggung Secodiningrat Yokyakarta (Baba Jim Sing alias Tan Jin Sing). Menurut prof. Muljana, Sunan Giri dari pihak ayahnya adalah cucu dari Bong Tak Keng, seorang Muslim asal Yunnan Tiongkok yang terkenal sebagai Raja Champa, suatu daerah yang kini menjadi bagian Vietnam. Bong Tak Keng koordinator Tionghoa Perantauan di Asia Tenggara. Ayah ibunya Sunan Giri adalah Raja Blambangan, Jawa Timur. Giri nama bukit di Gresik.
Pengaruh arsitektur Tionghoa terlihat pada bentuk mesjid2 di Jawa terutama di daerah2 pesisir bagian Utara. Agama Islam yang pertama masuk di Sumatera Selatan dan di Jawa mazhab (sekte) Hanafi. Datangnya melalui Yunnan Tiongkok pada waktu dynasti Yuan dan permulaan dynasti Ming. Prof. Muljana berpendapat bila agama Islam di pantai Utara Jawa masuknya dari Malaka atau Sumatera Timur, mazhabnya Syafi’i dan/atau Syi’ite dan ini bukan demikian halnya. Beliau menekankan mazhab Hanafi hingga abad ke 13 hanya dikenal di Central Asia, India Utara dan Turki. Meskipun agama Islam pada abad ke 8 sudah tercatat di Tiongkok, Mazhab Hanafi baru masuk Tiongkok jaman dynasti Yuan abad ke 13, setelah Central Asia dikuasai Jengiz Khan.
Kepergian banyak Muslim Tionghoa (exodus) dari Tiongkok terjadi pada thn.1385 ketika diusir dari kota Canton. Jauh sebelum itu, Champa sudah diduduki Nasaruddin jendral Muslim dari Kublai Khan. Jendral Nasaruddin diduga telah mendatangkan agama Islam ke Cochin China. Sejumlah pusat Muslim Tionghoa didirikan di Champa, Palembang dan Jawa Timur.
Ketika pada thn.1413 Ma Huan mengunjungi Pulau Jawa dengan Laksamana Cheng Ho, beliau mencatat agama Islam terutama agamanya orang Tionghoa dan orang Ta-shi (menurut prof. Muljana orang2 Arab). Belum ada Muslimin Pribumi. Pada thn.1513-1514 Tome Pires mengambarkan kota Gresik sebagai kota makmur dikuasai oleh orang2 Muslim asal luar Jawa. Pada thn. 1451 Ngampel Denta didirikan oleh Bong Swee Ho alias Sunan Ngampel untuk menyebarkan agama Islam mazhab Hanafi diantara orang2 Pribumi. Sebelum itu beliau mempunyai pusat Muslim Tionghoa di Bangil. Pusat ini ditutup setelah bantuan dari Tiongkok berhenti karena tahun 1430 hingga 1567 berlaku maklumat kaisar melarang orang2 Tionghoa untuk meninggalkan Tiongkok.
Sangat menarik perhatian karena saya alami sendiri, setidak2nya hingga jaman pendudukan Jepang, rakyat kota Malang Jawa Timur masih mempergunakan sebutan “Kyai” untuk seorang lelaki Tionghoa Totok. Kyai berarti guru agama Islam. Padahal yang dijuluki itu bukan orang Islam. Kebiasaan tsb peninggalan jaman dulu. Gelar Sunan berasal dari perkataan dialek Tionghoa Hokkian “Suhu, Saihu”. 8 Orang Wali Songo mazhab Hanafi bergelar Sunan. Satu dari Wali Songo mazhab Syi’ite bergelar Syeh dari bahasa Arab Sheik.
Kesimpulan wajar, para aktivis Islam mazhab Hanafi di Asia Tenggara semasa itu semuanya orang Tionghoa. Sedikit banyak dapat dipersamakan dengan penyebaran agama Kristen dari Eropa ke lain-lain benua. Hingga abad ke 19 kaum penyebar diatas tingkat lokal dapat dikatakan semuanya orang Eropa. Tanah Tiongkok hampir seluas Eropa. Membuat perbandingan dengan Tiongkok tidak dapat dilakukan dengan salah satu negara Eropa tetapi harus dengan seluruh Eropa. Seperti juga suku2 Eropa dengan bahasa2nya berbeda satu sama lain, demikian pula terdapat perbedaan antara suku2 dengan bahasa2nya di Tiongkok. Keunggulan Tiongkok memiliki tulisan ideogram yang dapat dimengerti meskipun bahasanya berlainan.

Hari ini tanggal 5 september 2011, dukuh Kedung Banteng kedatangan aib berdih dari Pemerintah Kabupaten Demak. Mungkin ini kedengarannya baik tapi ini semua dilakukan karena sudah berminggu-minggu di tempat kami air PDAMnya sudah tidak jalan (macet).

Untuk mengetahui suasana dari pembagian air bersih tersebut, silahkan lihat foto-foto dibawah ini:

Lebaran tahun ini memang g bisa sama2 karena ada yang melaksanakan hari selasa dan hari rabu. Tapi hal ini tidak mempengaruhi semangat kita untuk memeriahkan lebaran ini. Dimalam selasa memang di Kedung Banteng sudah ada yang mengumandangkan takbir tapi tidak dilakukan keras2 karena menghormati orang2 yang lebarannya jatuh pada hari rabu. Malam itu pada tanggal 29 Agustus 2011 bagi warga Muhammadiyah (lebaran selasa) menyambutnya dengan membagikan zakat kerumah2 warga yang berhak menerima zakat. Dan malam itu hanya sekedar melekan di masjid At-Taqwa sambil mempersiapkan keperluan untuk sholat idul fitri yang dilaksanakan didepan SDN Wonorejo 1.

Untuk acara takbir keliling di Kedung Banteng diadakannya adalah pada tanggal 30 Agustus 2011 karena Muslim mayoritas disini kebanyakan mengadakan sholat idul fitrinya pada hari rabu (1 September 2011). Adapun takbir kelilingnya tidak berbeda dengan tahun2 kemarin yaitu takbir keliling disemarakkan dengan membuat boneka2 raksasa atau benda2 yang unik yang nantinya akan diarak keliling desa. Untuk acara ini tiap2 mushola  membuat satu  boneka2 raksasa atau benda2 unik, misalnya ada yang menbuat kapal2an, kakbah, burung, kuda, dll (kurang lebihnya seperti karnafal pada 17-an). Ditahun ini diikuti oleh 7 moshola (adapun nama2nya nanti akan dicantumkan pada foto2 dibawah ini). Acara takbir keliling dimulai dari masjid Al-Busro (masjid utama), dimana sebelumnya boneka2 raksa itu dikumpulkan dihalaman masjid kemudian boneka2 raksasa itu diarak keliling kampung. Dan untuk finisnya nantinya juga akan kembali lagi di halaman masjid Al-Busro, dan sesampainya disitu akan diadakan kegiatan bagi2 door prize.

Untuk acara malam ini sangatlah meriah sekali karena sepanjang perjalanan tak jarang anak2 yang membunyikan petasan dan kembang api. Arak2an ini bukan hanya diikuti anak2 kecil saja tetapi tua muda campur menjadi satu, ada yang jalan kaki dan ada juga yang naik sepeda motor. Adapun bagi yang males berkeliling mereka tetap saja ikut memeriahkan takbir keliling yaitu menunggu didepan rumahnya masing2.

Adapun foto2 dokumentasinya akan kami suguhkan dibawah ini

 

                      

 

Awan Tag

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.