Kedung Banteng's Society

Satu Lagi Bukti Kearoganan Polisi Terlihat Nyata Dalam Final Piala Indonesia Semalam Dimana Polda Jateng Alex Bambang Rihatmodjo Sok Berkuasa Dengan Mengintervensi Pertandingan & Dengan Seenak Jidat Mengganti Wasit:

Laga Terhenti Karena Kapolda Minta Wasit Diganti
Mohammad Resha Pratama – detiksport

Solo – Pertandingan final Piala Indonesia 2010 antara Arema Malang vs Sriwijaya FC sempat terhenti sekitar satu jam. Laga terpaksa sempat dihentikan karena Kapolda Jawa Tengah, Alex Bambang Riatmodjo, mengintervensi dan meminta wasit diganti.

Di Stadion Manahan Solo, Minggu (1/8/2010) malam WIB, pertandingan babak kedua tak kunjung mulai setelah masa istirahat 15 menit usai. Diketahui kemudian kalau pertandingan terhenti akibat adanya intervensi dari Alex Bambang.

Kapolda Jawa Tengah itu ternyata meminta wasit Jimmy Napitupulu yang memimpin laga tersebut diganti di babak kedua. Dia meminta pergantian wasit itu kepada ofisial pertandingan di meja panitia pertandingan.

“Ini wasit diganti atau tidak? Kalau tak diganti pertandingan tak bisa dilanjutkan. PSSI bisa kembali ke Jakarta kalau ada apa-apa, tapi kami kan tetap di sini mengamankan kalau ada apa-apa,” ujar Alex.

Intervensi yang dilakukan Alex, dengan menghentikan pertandingan karena meminta wasit diganti, sesungguhnya tidak beralasan. Soalnya di sepanjang laga nyaris tak ditemui ancaman keamanan yang berarti berupa kerusuhan antar penonton.

Alex ternyata khawatir keputusan wasit mengkartu merah Alam Shah di babak pertama akan memicu kemarahan fans yang nantinya berbuntut pada gangguan keamanan di wilayahnya.

“Kalau wasit tidak adil, maka itu akan berpengaruh pada penonton. Lihat saja penonton sini kan sudah ramai sekali, sudah penuh. Kondisi keamanan bisa kami jamin tapi kalau wasit tidak fair, kami bisa repot. Karena itu (jalannya pertandingan) di luar kewenangan kami,” demikian lanjut Alex.

Ini bukan kali pertama Alex Bambang terlalu mencampuri jalannya pertandingan sepakbola. Setahun lalu dia sempat menahan Bernard Mamadou dan Nova Zaenal karena dianggap sebagai biang kerusuhan dalam laga Liga Indonesia Divisi utama. Proses penahanan dua pesepakbola itu kemudian dapat banyak tentangan dari publik bola.

Saat ditanya wartawan soal upaya intervensi terhadap jalannya pertandingan, Alex menolak menjawab. Dia malah terlihat bercanda dengan berusaha mencekik leher wartawan yang menanyakan hal tersebut.

========================================
Sudah Semakin Jelaslah Bukti Keangkuhan Dan Kesombongan Pihak Kepolisian Di Inndonesia Dan Hanya Di Indonesia Lah Pertandingan Bola Bisa Didikte & Diintervensi Polisi.

Comments on: "polisi mengatur pertandingan final liga Indonesia" (5)

  1. Hanri Dunat said:

    Gimana harus bisa maju kalo begini sepak bola kita…………….
    Pak Polisi tolong jangan seperti ROBOT………………………………

  2. no komen…

  3. Bapak kapolda, jangan galak-galak y???????????

  4. Walau saya orang Jawa tengah namun saya tidak setuju lagi pertandingan final diadakan di Jawa tengah lagi, sebelum bapak Kapoldanya diganti…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: