Kedung Banteng's Society

Rahmenio

dari Bumi

engkau takkan melihatnya,
walau kau punya mata.
emgkau takkan mendengarnya,
walau kau punya telinga.

engkau hanya mampu bicara.
mengumbar yang kau rasa.
entah itu suka.
entah itu duka.

sementara tanganmu terus menjamah,
apa yang tak seharusnya kau jamah,
hingga semuanya kian punah,
hilang lenyap lalu musnah,

telah nampak kerusakan di daratku,
telah nampak kerusakan di lautku,
semua karena ulahmu,
wahai manusia nafsu.

kini aku harus bergerak,
saatnya kembali berdetak,
agar engkau tersentak,
terperanjat sesak. .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: