Kedung Banteng's Society

Grebeg Besar Demak

Grebeg Besar Demak merupakan sebuah acara budaya tradisional besar yang menjadi salah satu ciri khas Demak dan merupakan suatu kebanggaan untuk kabupaten Demak. Tradisi Grebeg besar ini diselenggarakan secara Kolosal dan dinanti oleh Warga Demak maupun sekitarnya, bahkan ada pula yang dari luar Jawa Tengah.

Acara Tradisional Grebeg Besar Demak yang berlangsung setiap tahun pada tanggal 10 Dzulhijah (hari idhul adha atau idul qurban) semakin meriah dengan karnaval kirap budaya yang dimulai dari Pendopo Kabupaten Demak hingga ke Makam Sunan Kalijaga yang terletak di Desa Kadilangu, jaraknya sekitar 2 kilometer dari tempat start. Untuk lebih lengkapnya apa itu Upacara Tradisional Grebeg Besar silahkan kunjungi artikel resmi dari pemerintah kabupaten demak: Upacara Adat Grebeg Besar.

Prosesi Grebeg Besar Demak

  • Ziarah ke makam Sultan-Sultan Demak & Sunan Kalijaga

Grebeg Besar Demak diawali dengan pelaksanaan ziarah oleh Bupati, Muspida dan segenap pejabat dilingkungan Pemerintah Kabupaten Demak, masing-masing beserta istri/suami, ke makam Sultan-Sultan Demak dilingkungan Masjid agung Demak dan dilanjutkan dengan ziarah ke makam Sunan Kalijaga di Kadilangu. Kegiatan ziarah tersebut dilaksanakan pada jam 16.00 WIB; kurang lebih 10 (sepuluh) hari menjelang tanggal 10 Dzulhijah.

         
  • Pasar Malam Rakyat di Tembiring Jogo Indah

Untuk meramaikan perayaan Grebeg Besar di lapangan Tembiring Jogo Indah digelar pasar malam rakyat yang dimulai kurang lebih 10 (sepuluh) hari sebelum hari raya Idul Adha dan dibuka oleh Bupati Demak setelah ziarah ke makam Sultan-Sultan Demak dan Sunan Kalijaga.

         

Pasar malam tersebut dipenuhi dengan berbagai macam dagangan, mulai dari barang barang kebutuhan sehari-hari sampai dengan mainan anak, hasil kerajinan, makanan/minuman, permainan anak-anak dan juga panggung pertunjukkan /hiburan.

  • Selamatan Tumpeng Sanga

Selamatan Tumpeng Sanga dilaksanakan pada malam hari menjelang hari raya Idul Adha bertempat di Masjid Agung Demak. Sebelumnya kesembilan tumpeng terebut dibawa dari Pendopo Kabupaten Demak dengan diiringi ulama, para santri, beserta Muspida dan tamu undangan lainnya menuju ke Masjid Agung Demak. Tumpeng yang berjumlah sembilan tersebut melambangkan Wali Sanga. Selamatan ini dilaksanakan dengan harapan agar seluruh masyarakat Demak diberikan berkah keselamatan dan kebahagiaan dunia akhirat dari Allah SWT. Acara selamatn tersebut diawali dengan pengajian umum diteruskan dengan pembacaan doa. Sesudah itu kepada para pengunjung dibagikan nasi bungkus. Pembagian nasi bungkus tersebut dimaksudkan agar para pengunjung tidak berebut tumpeng sanga. Sejak beberapa tahun terakhir tumpeng sanga tidak diberikan lagi kepada para pengunjung dan sebagai gantinya dibagikan nasi bungkus tersebut.

Pada saat yang sama di Kadilangu juga dilaksanakan kegiatan serupa, yaitu Selamatan Ancakan, selamatan terebut bertujuan untuk memohon berkah kepada Allah SWT agar sesepuh dan seluruh anggota Panitia penjamasan dapat melaksanakan tugas dengan lancar tanpa halangan suatu apapun juga serta untuk menghormati dan menjamu para tamu yang bersilaturahmi dengan sesepuh.

  • Slolat Ied

Pada tanggal 10 Dzulhijah Masjid Agung dipadati oleh umat Islam yang akan melaksanakan Sholat Ied, pada saat-saat seperti ini Masjid Agung Demak sudah tidak dapat lagi menampung para jamaah, karena penuh sesak dan melebar ke jalan raya, bahkan sebagian melaksanakan sholat di alun-alun. Pada kesempatan tersebut Bupati Demak beserta Muspida melaksanakan sholat di Masjid Agung Demak dan dilajutkan dengan penyerahan hewan qurban dari Bupati Demak kepada panitia.

  • Penjamasan Pusaka Peninggalan Sunan Kalijaga

Setelah selesai Sholat Ied di makam Sunan Kalijaga, Kadilangu, dilaksanakan penjamasan pusaka peninggalan Sunan Kalijaga. Kedua pusaka tersebut adalah Kutang Ontokusuma dan Keris Kyai Crubuk. Konon Kutang Ontokusumo adalah berujud ageman yang dikiaskan pegangan santri yang dipakai sunan kalijaga setiap kali berdakwah.

Penjamasan pusaka-pusaka tersebut didasari oleh wasiat sunan kalijaga sebagai berikut””agemanku, besuk yen aku wis dikeparengake sowan engkang Maha Kuwaos, salehna neng duwur peturonku. Kajaba kuwi sawise uku kukut, agemanku jamas ana.” Dengan dilaksanakan penjamasan tersebut, diharapkan umat Islam dapat kembali ke fitrahnya dengan mawas diri/mensucikan diri serta meningkatkan iman dan taqwa Kepada allah SWT.

     

Prosesi penjamasan tersebut diawali dari Pendopo Kabupaten Demak, dimana sebelumnya dipentaskan pagelaran tari Bedhoyo Tunggal Jiwo. Melambangkan “Manunggale kawula lan gusti”, yang dibawakan oleh 9 (sembilan) remaja putri. Dalam perjalanan ke Kadilangu minyak jamas dikawal oleh bhayangkara kerajaan Demak Bintoro “Prajurit Patangpuluhan” dan diiringi kesenian tradisional Demak. Bersamaan dengan itu Bupati beserta rombongan menuju Kadilangu dengan mengendarai kereta berkuda.

     

Penjamasan pusaka peninggalan Sunan Kalijaga dilaksanakan oleh petugas dibawah pimpinan Sesepuh Kadilangu di dalam cungkup gedong makam Sunan Kalijaga Kalijaga. Sesepuh dan ahli waris percaya, bahwa ajaran agama Islam dari Rasulullah Muhammad SAW dan disebar luaskan oleh Sunan Kalijaga adalah benar. Oleh karena itu penjamasan dilakukan dengan mata tertutup. Hal tersebut mengandung makna, bahwa penjamas tidak melihat dengan mata telanjang, tetapi melihat dengan mata hati. Artinya ahli waris sudah bertekad bulat untuk menjalankan ibadah dan mengamalkan agama Islam dengan sepenuh hati.

Dengan selesainya penjamasan pusaka peninggalan Sunan Kalijaga tersebut, maka berakhir pulalah rangkaian acara Grebeg Besar DemaK.

Pada posting ini kami hanya ingin me-repost foto-foto liputan grebeg besar pada tahun 2006 yang diabadikan oleh kawan-kawan Fotografer.net (FN). Kemasan foto-fotonya begitu unik bagus sehingga membuat anda terpesona, disamping itu anda akan dibuat ketawa lucu dengan komentar-komentar yang jenaka disetiap foto-fotonya. Berikut foto-fotonya:

Lokasi Start : Pendopo Kabupaten Demak

Team FN Semarang dan Kereta Kebesaran Panglima …. big grin

Persiapan di Lokasi sebelum acara Karnaval dimulai, ada Sais Kereta yang menunggu saat karnaval.

Juga ada Team Music Tradisional …. happy

Ada pula yang Kribo-kribo : Ronaldinho, Ruud Gullit, Didier Grogba, Christian Karembeu, Rene Higuita ….. dll dari Kesebelasan Kuda Lumping …. happy

Ada juga Sogi Extravaganza yang ikut Karnaval …… big grin

Instruksi langsung sebelum tugas dilaksanakan ………….. big grin

Kuda inipun nyengir ….., untung Pak Yap Siauw Soen Gie nggak ikut hunting, ntar guwe di macro sama itu orang …… big grin

Kereta Kencana yang merupakan kereta kebesaran yang dinaiki Pak Bupati, ……… penampilan Kereta Kencana dalam Versi IR V 200 …. big grin

Upacara dimulai dengan Persiapan Prajurit Patang Puluhan di muka Pendopo Kabupaten Demak.

Dibuka dengan Tarian Bedhoyo Tunggal Jiwo oleh penari yang lemah gemulai …. happy

Penghormatan pada Pak Bupati …. happy

Pak Bupati Demak sekalian ………….. happy

Prajurit Patang Puluhan memulai Parade Karnaval sebagai Pembuka Jalan dan dimulai dengan barisan panji kebesaran

Barisan Penabuh Rebana dan Pelantun Doa

Barisan Barong dll.

Kostum dengan warna warni yang meriah ….

big grin
Pasukan Kuda Lumping
Kendaraan VIP Kereta Kencana yang ditumpangi Pak Bupati
Pak Bupati dan Ibu yang menaiki Kereta Kencana menuju ke Makam Sunan Kalijaga di Desa Kadilangu
Kang dan Mbak yu Demak juga ikut…
Parade Karnaval Grebeg Besar Demak ditutup dengan barisan Dokar hias yang dinaiki para Pembesar Kabupaten Demak.
Antusiasme warga Demak
Bapa e iki lagi adegan opo toh?
Warga pun mendadak jadi wartawan HP.. eit foto siapa kang mas…?
Aduh asem.. aku difoto karo mase kae.. awas yoo..
Kuda nyengir caper ama mbak yang manis diatas…
Eh nggak cuma warganya yang manis, Pasukan pengamannya juga caem-caem
“iya ini aku sedang tugas mengamankan grebeg besar”

Keamanan selama kirab terkendali tak ada masalah yang berarti.

Suasana makan sunan kalijogo yang dijadikan lokasi penjamasan

Rombongan Penjamas pusaka peninggalan Sunan Kalijaga

Kang mas sing ganteng mengiringi rombongan penjamas pusaka

Mbakyu sing wuayu-wuayu juga ikut mengiringi rombongan penjamas

Jalan menuju kadilangu macet total dibanjiri ribuan masyarakat yang hendak melihat prosesi penjamasan pusaka

Masyarakat melihat dari dekat prosesi penjamasan pusaka

Sumber: http://demakkab.go.id/component/content/article/153.html dan http://demak-ku.blogspot.com/2009/08/grebeg-besar-eksotika-budaya-demak.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: